Kabar 11 WNI Terlibat Insiden di Marawi, Ini Penjelasan Kemlu
Jakarta - Militer Filipina terlibat bentrokan dengan kelompok militan di Kota Marawi, Filipina. Beredar kabar ada 11 WNI yang terlibat dalam insiden tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir menuturkan, sampai saat ini belum ada informasi mengenai adanya keterkaitan antara 11 WNI dengan insiden tersebut.
"Sejauh ini tidak ada informasi mengenai keterkaitan mereka dengan kelompok Maute atau ISIS atau kelompok terroris lain yang berhubungan dengan konflik bersenjata di Marawi tanggal 23-24 Mei 2017", kata Armanatha kata saat dikonfirmasi, Sabtu (27/5/2017)
Armanatha menjelaskan, 11 WNI terdiri dan 10 WNI Jamaah Tabligh (JT) dan 1 WNI yang menikah dengan warga setempat.
''Di Marawi City saat ini ada 10 WNI Jamaah Tabligh (JT) asal Bandung dan Jakarta yang sedang melakukan Khuruj, meninggalkan rumah untuk ibadah dan dakwah di masjid selama 40 hari'' jelas Armanatha.
''Satu orang Indonesia lainnya adalah WNI yang menikah dengan orang setempat dan sudah lama tinggal di Marawi. Yang bersangkutan selama ini menjalin konta dengan KJRI Davao,'' tuturnya.
Menurut Armanatha, sejauh ini ke-11 WNI tersebut ada dalam keadaan aman. Pihak KJRI juga terus menjalin komunikasi dengan Kepolisian setempat terkait kondisi mereka.
''KJRI terus menjalin komunikasi dengan Kepolisian Lanao del Sur di Marawi City untuk memberikan perlindungan bagi mereka KJRI Davao telah menyiapkan rencana evakuasi jika situasi Marawi sudah memungkinkan'', ujar Armanatha.
Kabar mengenai dugaan keterlibatan 11 WNI tersebut menyebar melalui broadcast message jejaringan sosial WhatsApp. Sebelas orang tersebut terdiri dari Karawang, dan 1 warga Kendari.

Posting Komentar