SabungAyam Awalnya saya hanya anggap biasa karean asumbernya dari facebook tapi ternyata yang sedikit mengungkit tentang ini sehingga saya mulai meras aini sangat mmeperhatikan intimidas sperti yang saya terapkan padah la tersebut dan juga hal hal lainnya dirinya berencana pada keluar kota karean tidak tahan dengan intimidasi yang di terimanya TogelOnline
Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) meminta pemerintah Indonesia mewaspadai aksi persekusi yang disebut Efek Ahok atau ‘The Ahok Effect’. Persekusi itu mewujud pada tindak sewenang-wenang dari sejumlah warga untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dan agama. Aksi-aksi tersebut semakin marak setelah Basuki Tjahaja Purnama dipidanakan ke pengadilan dengan pasal penodaan agama. Indikasinya terlihat dari kenaikan drastis pelaporan menggunakan pasal 28 ayat 2 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). AgenBolaTerpercaya
Sejak kasus Ahok mencuat, apa yang bisa kita pelajari adalah, banyaknya rentetan demo berjilid-jilid hingga Ahok dipenjara. Dalam demo tersebut tuntutannya hanya satu yaitu Ahok dipenjara. Bahkan banyak rumor ancaman yang tidak mengenakkan akan terjadi jika Ahok dibebaskan. Dengan pengerahan massa yang banyak dan terus-menerus, jangan salahkan publik jika menilai ini adalah semacam pemaksaan dengan menggunakan kekuatan dan desakan massa. PokerDomino
Dan ketika Ahok dipenjara, maka tujuan mereka berhasil. Tapi ada konsekuensinya atau istilahnya tradeoff. Mereka makin ngelunjak dan makin besar kepala. Ini dikarenakan mereka belajar bahwa dengan tekanan massa, apa pun bisa diwujudkan. Di sini pulalah banyak yang menilai negara kalah oleh sekelompok massa yang ngotot dan terus menekan. Tindakan ini bukan tidak mungkin akan terus diulang-ulang di masa mendatang karena hasilnya terbukti. Bukti jelasnya adalah Ahok dipenjara 2 tahun meski tuntutan jaksa hanya 1 tahun dengan 2 tahun masa percobaan. Bukti lainnya adalah tidak sedikit yang menilai kasus Ahok dipaksakan demi keinginana sekelompok massa. Bahkan ada yang mengatakan Ahok sama sekali tidak bersalah. Tapi kenyataan tetaplah kenyataan, Ahok harus dipenjara, bahkan dia sendiri menarik kembali pengajuan banding dan menjalani masa hukumannya. LiveSabungAyam
Damar menjelaskan, ada pola umum dalam setiap persekusi terhadap orang-orang yang diduga menghina ulama dan agama. Dimulai dengan melacak akun media sosial orang-orang tersebut. Mereka yang melacak biasanya menjabat sebagai moderator sebuah halaman media sosial. Setelah terlacak, moderator kemudian menginstruksikan massa untuk memburu target yang sudah dibuka identitas, foto, alamat kantor atau rumahnya. Tak jarang aksi berujung dengan menggeruduk rumah orang tersebut dan puncaknya adalah melaporkan orang itu ke polisi. DaftarPelangi4d
Safenet mengkhawatirkan bila aksi persekusi dibiarkan terus-menerus akan menjadi ancaman serius pada demokrasi. Akibatnya, penegakan hukum di Indonesia berjalan berdasarkan tekanan massa. Memang begitulah kenyataannya. Hukum kadang seenaknya ditegakkan oleh sekelompok massa yang sok bertindak sebagai penegak hukum, padahal pada praktiknya merekalah yang paling sering melanggar hukum. Dengan banyaknya massa, mereka mungkin merasa kuat, merasa di atas angin, merasa negara takkan berkutik kalau sudah mengerahkan massa.
Ternyata inilah yang sedang menimpa dokter Fiera Lovita. Awalnya memposting tulisan, lalu tidak lama kemudian dicari identitas, lalu diburu, diintimidasi dan berniat pindah keluar kota. Apa yang terjadi pada dokter malang tersebut adalah bukti penegakan hukum masih banyak yang pincang. Seharusnya dari dulu pemerintah harus tegas terhadap kelompok yang intoleran dan suka melakukan intimidasi dalam batas yang sudah melewati batas. Jika tidak tegas, mereka pasti akan terus melakukan hal-hal seperti ini. Melakukan pembiaran sama saja memperluas praktik intimidasi seperti ini. Mereka sering berteriak dizalimi tapi kenyataannya mereka sering menzalimi orang lain. Mereka seringkali menggunakan logika yang bertabrakan dalam membenarkan perbuatan mereka. Kalau tidak tegas, maka hal seperti (kesewenang-wenangan) ini akan tetap terulang terus. Pokoknya kalau ada yang berseberangan dengan mereka, maka mereka tidak akan segan melewati batas yang ditentukan hukum. Mau sampai kapan seperti ini terus

Posting Komentar