1.058 Unit Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Luapan Sungai Citarum
1.085 rumah tersebut berasal dari tiga kecamatan yakni Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan, mengatakan penyebab banjir yang diakibatkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dari sore hingga malam di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung sehingga tiga sungai tersebut meluap ke permukiman.
Dari hasil asessmen yang dilakukan BPBD hingga Rabu (8/11/2017), jumlah rumah yang terendam di Kecamatan Baleendah, Kelurahan Andir mencapai 329 rumah dengan tinggi muka air (TMA) 10 sampai 150 centimeter.
Sementara di Kecamatan Dayeuhkolot, sebanyak 699 rumah dengan TMA rata-rata 10 hingga 120 centimeter.
Tujuh kepala keluarga yang terdiri dari 15 jiwa dan dua balita dan dua lansia pun mengungsi ke Aula Desa Dayeuhkolot.
Di Kecamatan Bojongsoang, sebanyak 30 rumah terendam dengan TMA rata-rata 50 sampai 120 centimeter.
"Tidak ada korban jiwa, dan warga hanya mengungsi ke aula desa, belum ke tempat pengungsian di Inkanas," ujar Tata saat dikonfitmasi Tribun Jabar, Rabu (8/11/2017) melalui pesan singkat.
Luapan air juga sempat merendam pertigaan Jalan Anggadireja, yang menghubungkan Dayeuhkolot dan Baleendah pada Selasa malam.
Ketua RW 16 Kampung Ciputat, Kelurahan Andir Baleendah, Dede Ruhiyat, mengatakan air sempat surut pada siang harinya.
Namun lantaran hujan yang terus turun dari sore hingga malam, banjir kembali datang.
"Lumayan repot juga, sudah bersih-bersih, tahunya air kembali besar (banjir), saya harap pemerintah bisa segera menangani hal ini," ujar Dede kepada Tribun Jabar, Rabu (8/11/2017) melalui sambungan telepon.www.4Dpelangi.com

Posting Komentar