PELANGI 4D - Di Indonesia ini sangat gampang untuk mengetahui kapan waktunya lebaran akan tiba.
Banyak tanda-tanda di sekitar kita yang menandakan lebaran sebenar lagi akan datang.
Tanda-tanda itu adalah banyak penjual petasan, mudik, dan muncul banyak kaleng biskuit di toko.
Apakah kalian sudah melihat tumpukan kaleng biskuit di pusat perbelanjaan dan mini market?
Kalau kalian sudah menemukan banyak toko menjual biskuit kalengan itu tandanya lebaran sebentar lagi akan tiba.
Nah, kalian juga pasti sudah familiar dengan kaleng biskuti warna merah yang satu ini.
Bisa dibilang ini biskuit yang cukup familiar di Indonesia.
Sebab sudah cukup lama biskuit ini sudah ada dan bertahan hingga sekarang masih banyak yang menyukainya.
Selain rasanya yang nikmat, biskuit ini juga terkenal karena gambar di kalengnya.
Ada gambar keluarga di kaleng biskuti Khong Guan.
Tapi gambar itu terasa kurang lengkap sebab tidak ada sosok ayah.
Di sana hanya ada sosok ibu dan dua anak yang sedang menyantap biskuit.
Beberapa spekulasi muncul menanggapi kemana perginya sosok ayah dalam gambar kaleng biskuit Khong Guan tersebut.
Bahkan muncul juga meme dan gambar lucu menanggapi hal itu.
Tapi baru-baru ini netizen membuat spekulasi lainnya yang diperkuat dengan sebuah bukti.
Akun Facebook Ahmad Ali mengunggah sebuah gambar ke grup Cocoklogi Science.
Gambar tersebut memperlihatkan dua gambar yang hampir sama tapi dengan produk yang berbeda.
Gambar sebelah kanan adalah kaleng biskuit Khong Guan dan sebelahnya gamabr bungkus Supermi edisi khusus.
Karena gambar dua kemasan produk itu mirip, netizen lantas memberikan pendapat.
"Ketika keluarga Khong Guan menunggu kedatangan sang Ayah, ternyata
sang ayah bersama Keluarga lain.. dasar lelaki" tulis Ahmad Ali.
Ini hanyalah guyonan yang menyamakan kedua gambar kemasan tersebut.
Netizen membuat lelucon sosok ayah dalam biskuit Khong Guan yang pergi itu ternyata ada di kemasan Supermi.
Tapi jangan terlalu serius ini hanyalah candaan yang dibuat netizen.
Bahkan netizen lain memberikan komentar lucu.


Posting Komentar